Tim Draper Mengalihkan Investasinya dari Tiongkok ke Indonesia

Tim Draper (techcrunch.com)

Investor miliarder Tim Draper melihat peluang di Indonesia terutama dengan blockchain, teknologi di balik Bitcoin yang memungkinkan pengusaha dapat membangun infrastruktur transaksi keuangan mereka.

Meskipun pengguna muda perangkat teknologi, smartphone, dan aplikasi semakin meningkat Indonesia memiliki ketergantungan tertinggi kedua terhadap uang tunai di dunia setelah India, menurut Bank Dunia. Draper Associates mengharapkan pengguna untuk beralih ke cryptocurrency seperti Bitcoin.

“Mereka tidak memiliki layanan perbankan yang bagus. Jadi mereka punya kesempatan untuk menggunakan Bitcoin dan menjadikannya sebagai mata uang mereka,” kata Tim Draper. “Tiba-tiba, kita mendapat kesempatan besar ini yang tidak akan ada di sekitar negara-negara yang sudah memiliki infrastruktur yang kuat.”

Tim Draper salah satu pemodal ventura AS yang paling terkenal untuk mulai mengalihkan perhatian mereka dari Tiongkok ke Indonesia. Tim Draper mengatakan dia tidak akan melakukan investasi baru di Tiongkok karena sulit mengeluarkan uang di tengah kontrol modal.

“Saya tidak bisa menginvestasikan lebih banyak uang di negara di mana mereka tidak membiarkan uang keluar,” kata Tim Draper. “Ini seperti memasukkan uang ke dalam lubang hitam.”

Tim Draper mengunjungi ibu kota Indonesia untuk pertama kalinya pada hari Kamis untuk bertemu dengan Go-Jek dan juga startup lain yang didukung oleh Wavemaker Partners, perusahaan modal ventura yang berpusat di Asia Tenggara.

“Ini adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Akan banyak hal terjadi di sini. ”

Tim Draper mendapatkan ketenaran untuk investasi di startup yang kemudian menjadi perusahaan besar, seperti Baidu Inc., Tesla Inc. dan Skype.

bloomberg

You may also like...