Rumania Memasukkan Keamanan Komputer dalam Kurikulum Sekolah

siswa belajar komputer
Ilustrasi siswa belajar komputer (Pixabay)

Kementerian Pendidikan Rumania tahun depan berencana menambah kelas keamanan komputer untuk anak-anak berusia antara usia 11 hingga 14 tahun untuk membantu pemerintah dalam mengidentifikasi serangan cyber dan membuat mereka tertarik pada dunia kemanan komputer.

Di atas inisiatif itu, sejumlah perusahaan swasta menyelenggarakan pelatihan untuk remaja secara gratis, sedangkan organisasi nirlaba TechSoup mengirim guru-guru ilmu komputer untuk mengunjungi perusahaan teknologi dalam upaya untuk membantu mereka memahami jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.

Ini adalah upaya bersama untuk memerangi fenomena global di mana Rumania juga terkena. Di seluruh dunia jumlah permintaan tenaga profesional di bidang keamanan komputer yang tidak terisi mencapai dua juta pada 2019. Sebanyak 82 persen dari profesional teknologi merasa ada kekurangan orang dengan keterampilan keamanan komputer, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Intel Security pada bulan Juli.

Pemerintah Rumania sedang bekerja untuk membuat modul keamanan komputer yang wajib dipelajari bagi siswa sekolah menengah, dengan memasukkan modul tersebut ke dalam silabus ilmu komputer. Tujuannya adalah agar dapat mengajarkan mereka dasar-dasar keamanan saat berselancar di internet. Jika semua berjalan dengan baik, program ini akan berjalan satu tahun dari sekarang, menurut Dan Nechita, konselor perdana menteri.

“Di satu sisi, pendekatan ini akan membuat pengguna muda lebih ama di dunia online. Di sisi lain, hal itu bisa membuat mereka tertarik di bidang ini, yang menjadi semakin penting,” kata Dan Nechita.

Kementerian Pendidikan Rumania telah bekerja sama dengan tim CERT (Computer Security Incident Respont) dalam negeri. Selain itu, tentu saja kursus white-hat hacker dari Cisco popularitasnya semakin meningkat, dan siswa SMA dapat mendaftarkan diri secara gratis.

“Jumlah lulusan tumbuh lebih dari 25 persen pada 2016,” kata Dorin Pena. Telah mencapai 200 siswa dalam satu tahun terakhir. Dilihat dari jumlah peserta, Rumania berada di peringkat ke-6 di kawasan Eropa, di atas ada Polandia dan Swedia, dan yang memimpin daftar ada Italia dan Perancis.

Kursus Cisco dengan nama Introduction to Cybersecurity mengeksplorasi topik keamanan komputer secara praktis. Mengajarkan siswa SMA tentang ancaman yang paling umum, serangan dan kerentanan, kerahasiaan data dan praktik terbaik dalam menggunakan internet.

“Siswa juga diperkenalkan dengan lingkungan bisnis dengan program yang mengajarkan mereka bagaimana bisnis dapat melindungi operasi mereka dari searangan cyber,” kata Dorin Pena. Mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut dapat mendaftarkan diri di CCNA Security.

Perusaahaan perangkat lunak antivirus Avira yang menempatkan sepertiga timnya di Rumania menggunakan pendekatan yang berbeda. Avira telah menandatangai kemitraan dengan Kementerian Pendidikan untuk menawarkan 200.000 lisensi Pro secara gratis untuk siswa SMA. Avira berencana akan memperluas program kerja ini ke negara-negara lain jika terbukti efektif.

Menjangkau siswa SMA untuk mengimbangi kekurangan tenaga kerja keamanan komputer mungkin menyediakan Rumania keunggulan kompetitif di pasar yang terus berkembang. Dan siapa tahu, CEO masa depan mungkin bersembunyi di antara white-hacker remaja.

zdnet

You may also like...