Pria 22 Tahun Menghentikan Penyebaran Ransomware WannaCry

Beberapa hari ini dunia maya dihebohkan dengan kabar menyebarnya ransomware WannaCry yang mulai menyebar dari Inggris sejak Jumat yang lalu. Ransomware WannaCry kemudian menyebar ke Spanyol dan akhirnya menyebar ke lebih dari 150 negara, 10.000 organisasi termasuk Dinas Kesehatan Nasional Inggris terkena malware ini.

Ketika sebuah malware ransomware berhasil menginfeksi komputer maka data yang terdapat pada komputer tersebut dikunci dan hanya bisa dibuka oleh si penyebar malware. Untuk mendapatkan kunci untuk membuka data pengguna yang tersandera, pemilik komputer harus membayar sejumlah uang tebusan dengan mata uang Bitcoin kepada si penyebar malware.

Ransomware WannaCry diyakini memanfaatkan eksploitasi yang ditemukan dalam kebocoran data milik NSA atau Badan Keamanan Nasional AS. Seorang peneliti keamanan berusia 22 tahun menghentikannya setelah membaca kode sumber contoh malware.

Pengguna Twitter MalwareTech yang ingin dirinya tetap anonim mengatakan kepada The Guardian bahwa ketika dia melihat contoh malware tersebut, dia menemukan bahwa malware terhubung ke domain tertentu yang tidak terdaftar pada saat itu. Jadi dia membeli domain tersebut dan hal itu secara efektif mengaktifkan saklar untuk membunuh dan mengakhiri penyebaran WannaCry.

Pembelian yang dilakukan MalwareTech memang berhasil menghentikan penyebaran WannaCry, namun dia percaya bahwa hampir pasti serangan kedua akan segera datang.

thenextweb

You may also like...