Polisi Tokyo Membentuk Pasukan Drone

Polisi Tokyo membentuk pasukan drone yang bertugas untuk menangkap drone yang dianggap menganggu. Unit polisi ini akan berpatroli disekitar bangunan penting seperti kantor pemerintahan. Jika terdeteksi adanya drone yang mencurigakan, operator dari drone tersebut akan diperingatkan melalui pengeras suara. Namun jika operator tidak menanggapi, maka polisi segera meluncurkan drone yang dilengkapi jaring untuk menurunkan drone.

“Serangan teroris menggunakan drone dengan membawa bahan peledak bisa saja terjadi,” kata seorang anggota senior biro keamanan departemen kepolisian. “Kami berharap untuk mempertahankan fungsi bangsa dengan skenario terburuk dalam pikiran.”

Pada bulan April, sebuah pesawat tak berawak yang membawa sejumlah kecil bahan radioaktif mendarat di atap kantor perdana menteri. Tidak ada yang terluka dan seorang pria kemudian ditangkap sehubungan dengan insiden tersebut.

Sebuah video yang diposting secara online oleh situs Jepang Jijicom menunjukkan bagaimana drone kepolisian Tokyo, lengkap dengan jaringan, menangkap drone yang menganggu.

Pembatasan wilayah udara

“Di Jepang ilegal untuk menerbangkan drone di beberapa daerah tertentu seperti bandara dan pembangkit listrik, di atas jalan, atau di atas ketinggian 150 meter,” Paul Haswell, seorang partner firma hukum Pinsent Masin, kepada BBC. “Beberapa kota seperti Tokyo dan Osaka juga telah dilarang menerbangkan drone di taman.”

Peraturan tentang drone mulai berlaku di Jepang pekan ini, menyusul amandemen undang-undang penerbangan negara. Unit polisi drone merupakan cara menarik untuk menghalau drone di daerah terlarang. Aturan penggunaan drone diperketat di beberapa negara. Di AS misalnya, pemerintah telah menyerukan pendaftaran drone.

(bbc)

You may also like...