Perangkat Lunak Animasi yang Digunakan Studio Ghibli Menjadi Open Source

Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat animasi oleh studio animasi asal Jepang, Studio Ghibli akan menjadi perangkat lunak open source. Perangkat lunak ini bernama Toonz, perankat lunak ini telah memainkan peran penting dalam pengembangan beberapa film Studio Ghibli selama bertahun-tahun, serta digunakan dalam serial TV animasi populer seperti Futurama.

Perangkat lunak ini berfungsi sebagai jembatan antara cara tradisional dalam produksi animasi menggunakan pena dan kertas, dengan cara modern yang tidak lagi menggunakan kertas. Perangkat lunak ini membantu mempercepat proses scanning, editing, animating, dan compositing.

Toonz pertama kali digunakan oleh Studio Ghibli pada tahun 1995 saat membuat Princess Mononoke, dan selanjutnya pada animasi lain seperti Spirited Away. Atsushi Okui, Executive Imaging Director, mencatat bahwa mereka memilih Toonz karena tidak hanya memungkinkan mereka untuk “terus memproduksi animasi berkualitas teater tanpa stres tambahan,” tapi memiliki “kemampuan untuk menggabungkan animasi yang digambar menggunakan tangan dengan gambar digital.”

Sebelumnya untuk bisa menggunakan perangkat lunak ini, studio animasi harus mengeluarkan biaya pembelian lisensi perangkat lunak sebesar $10.000. Namun sebagai bagian dari kesepakatan akuisisi Toonz oleh perusahaan media asal Jepang, Dwango, dari perusahaan perangkat lunak dari Italia, Digital Video, Toonz Studio Ghibli menjadi perangkat lunak open source. Versi perangkat lunak termasuk tools dan fitur yang dikembangkan oleh Studio Ghibli pada saat membuat Princess Mononoke.

SlashGear

You may also like...