Pendiri Oculus: Gadget VR Akan Menggantikan Smartphone

Sekarang ini, orang–orang rela antri berjam–jam untuk membeli smartphone yang memiliki teknologi terbaru. Di masa depan, smartphone sepertinya akan dimuseumkan karena orang–orang akan beralih ke teknologi virtual reality. “Saya percaya bahwa VR akan lebih marak dibanding smartphone.” Kata Palmer Luckey, pendiri dari Oculus (Perusahaan Virtual Reality) di Menlo Park.

Itu adalah pernyataan yang sangat berani mengingat bahwa smartphone sekarang ini dipakai oleh milliaran orang, akan tetapi VR dan AR (augmented reality) memiliki keunggulannya tersendiri. VR menyuguhkan dunia 3D buatan, tetapi tampak sangat nyata, melalui sebuah headset yang dapat menyesuaikan ‘dunia’ dengan pergerakan kepala seseorang untuk menjamin sebuah sensasi yang sangat menakjubkan. Augmented Reality, yang dikembangkan oleh startup seperti Magic Leap dan dimasukkan ke HoloLens (Microsoft), membuat sebuah sajian virtual di atas dunia nyata.

“Nantinya, teknologi AR dan VR akan bersatu padu. Anda akan memakainya atau membawanya setiap waktu,” dan alat VR akan menyerap semua fungsi smartphone yang ada sekarang dan pastinya akan menambah fungsi–fungsinya, seperti yang dikatakan Luckey. “Saya akan sangat terkejut jika 50 tahun dari sekarang kita masih membawa handphone di dalam kantong ketika anda bisa dengan mudah menampilkan sebuah lingkungan virtual (handphone virtual).”

VR adalah sebuah tren teknologi yang masih hangat, sangat booming sebagai masa depan dari game, pembelajaran, dan komunikasi. Analis dari TrendForce, Jason Tsai, memprediksi bahwa akan terjual 14 Juta alat VR pada 2016, yang dipimpin oleh Oculus-based headsets, PlayStation VR dari Sony dan Vive dari HTC.

Untuk dapat sukses menjangkau kalangan, alat VR harus lebih murah, tidak memakai PC, dan mencari jalan untuk menghilangkan stigma di masyarakat ketika kita memakai kacamata elektronik yang sangat besar. VR sekarang ini memerlukan sebuah PC yang berharga minimal $1,000, kata Luckey. “Kebanyakan orang tidak sekaya itu. Pada 5 atau 6 tahun yang akan datang, akan banyak pengguna komputer yang bisa mendapatkannya,” katanya. VR akan mulai sebagai niche market (Pasar yang terbatas), akan tetapi lama kelamaan “hampir setiap orang akan memilikinya”.

Luckey, yang sedang memakai celana pendek dan kaos Hawaii, mengatakan bahwa “VR adalah sebuah teknologi sains fiksi. Ada di sana bersama penjelajahan luar angkasa dan perjalanan waktu dan kecerdasan buatan dan mobil terbang.” “Meskipun AR / VR tidak sebaik dunia nyata, akan tetapi terkadang lebih baik jika seseorang mendapatkan kesempatan untuk mengalaminya. Mengunjungi Paris virtual lebih baik daripada tidak pernah sama sekali,” ungkap Luckey.

(cnet)

You may also like...