Pemerintah Kota Makassar Membentuk Makassar Technopark Sebagai Wadah Pengembangan Potensi Anak Muda Makassar di Bidang TIK

Pada hari Senin, 14 Desember 2015, Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Perindustrian, dan Universitas Hasanuddin telah melakukan Kick Off Rumah Software Indonesia Makassar Technopark. Makassar Technopark dibentuk sebagai wadah pengembangan potensi anak muda Makassar di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Acara ini dihadiri oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Kominfo, Bappenas, LIPI, BPPT, APTIKOM, pengusaha TIK, startup Makassar dan komunitas TIK se-kota Makassar. Kick Off ini merupakan titik awal dimulainya sejumlah rancangan program yang sudah disusun dalam roadmap oleh tim Makassar Technopark. Inilah salah satu perwujudan Makassar Smart City yang digagas oleh Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Sebelum acara kick off dimulai, terlebih dahulu dilakukan penjurian kepada lima finalis Makassar Mobile App Challenge (MMAC) 2015. Lima aplikasi yang masuk babak final yaitu E–Lisa (lihat sampah ambil), BASO (Bank Sampah online), Clean D2D (solusi cerdas pengangkutan sampah), Pintar Parkir, dan Alleki (aksi lapor edukasi bersih), di mana Alleki menjadi pemenang.

Di acara ini juga menampilkan karya-karya dari startup dan komunitas TIK asal Makassar, seperti Tiketbusku, Linegrow, MakassarEvent, Prodeals, Celebus, Blender Army Makassar, CariPondokan, Maroa, dan Kotak Narsis. Menurut Ketua Startup Makassar, Dedy Triawan telah ada 50 startup yang terdaftar. Komunitas TIK, praktisi, dan startup yang ada di Makassar berharap dengan adanya Makassar Technopark dapat menjadi pemicu tumbuhnya karya-karya baru dari Makassar yang bermanfaat untuk semua khususnya untuk kota Makassar sendiri.

You may also like...