Machine Learning Google Belajar Mereplikasi Diri Sendiri

Machine Learning
Ilustrasi Machine Learning (alienvault.com)

Pada bulan Mei, Google mengungkapkan proyek AutoML, artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu mereka menciptakan AI lainnya.

Sekarang, Google telah mengumumkan bahwa AutoML telah mengalahkan insinyur AI manusia dengan membangun perangkat lunak Machine Learning yang lebih efisien dan lebih hebat daripada sistem buatan manusia.

Sistem AutoML baru-baru ini memecahkan rekor untuk mengkategorikan gambar menurut konten, dengan nilai 82 persen.

AutoML juga mengalahkan sistem buatan manusia pada tugas yang lebih kompleks, robot otonom dan augmented reality, menandai lokasi beberapa objek dalam sebuah gambar.

Untuk tugas itu, AutoML mencetak nilai 43 persen dibanding sistem buatan manusia dengan nilai 39 persen.

Hasil ini sangat berarti karena bahkan di Google, hanya sedikit orang yang memiliki keahlian yang diperlukan untuk membangun sistem AI generasi berikutnya. Dibutuhkan keterampilan rarified untuk mengotomatisasi area ini, tapi begitu tercapai, ia akan mengubah industri ini.

“Hari ini adalah buatan tangan ilmuwan machine learning dan secara harfiah hanya beberapa ribu ilmuwan di seluruh dunia dapat melakukan ini,” laporan Wired, kata CEO Google Sundar Pichai.

“Kami ingin memungkinkan ratusan ribu pengembang bisa melakukannya.”

Google bertujuan untuk mengasah AutoML sampai dapat berfungsi dengan baik sehingga pemrogram dapat menggunakannya untuk aplikasi praktis. Jika berhasil dalam hal ini, AutoML cenderung memiliki dampak yang jauh melampaui Google.

Laporan WIRED, Sundar Pichai menyatakan bahwa “Kami ingin mendemokratisasikan ini,” – yang berarti, perusahaan berharap untuk membuat AutoML tersedia di luar Google.

sciencealert

You may also like...