Belanda Sedang Berjuang Untuk Menggantikan Microsoft OpenXML dengan ODF

Pemerintah Belanda saat ini sedang mendorong agar wajib menggunakan Open Document Format di semua administrasi pemerintahan, sebuah langkah yang akan membuat Microsoft sangat tidak senang.

Ada pertempuran nyata terjadi di Eropa antara ODF dan OpenXML. ODF didukung oleh orang-orang di dalam The Document Foundation, pengembang di balik LibreOffice, dan OpenXML dikembangkan oleh Microsoft. OpenXML sendiri telah menjadi standar untuk produk Microsoft dalam hal ini yang dimaksud adalah Microsoft Office, sehingga mereka memiliki kepentingan langsung di mana format ini digunakan oleh administrasi pemerintahan dari seluruh dunia.

Microsoft menghasilkan uang tidak hanya dari menjual lisensi ke konsumen. Sebagian besar pendapatan mereka berasal dari penjualan lisensi dan dukungan dalam jumlah besar kepada perusahaan dan pemerintahan. Ketika pemerintah ingin mewajibkan penggunaan format lain dalam hal ini ODF, itu berarti pendapatan menjadi berkurang.

Pemerintah mengubah pandangan mereka

Pemerintah Belanda bukanlah yang pertama kali mengetahui bahwa ODF adalah pilihan yang lebih baik karena itu format terbuka dan perbaikan berasal dari semua orang, bukan hanya berasal dari sebuah perusahaan. Inggris juga melakukan hal yang sama, dan Microsoft tidak tinggal diam.

Dewan standarisasi Belanda menginginkan penggunaan Open Document Format wajib bagi administrasi publik Belanda. ODF adalah salah satu standar ICT yang dibutuhkan di Belanda, berdasarkan kebijakan tahun 2007. Namun, format dokumen kebanyakan diabaikan. Hal ini harus berubah, kata Nico van Hoorn Westpalm, ketua dewan standarisasi Belanda, berbicara pada hari Selasa di ODF Plugfest di Den Haag, menurut laporan pada joinup.ec.europa.eu.

Dorongan untuk membuat ODF menjadi format default akan memakan banyak waktu dan biaya, tapi Nico van Hoorn Westpalm berpikir bahwa orang akan menyadari manfaatnya.

(softpedia)

You may also like...