ARIN Mengumumkan Amerika Utara Kehabisan Alamat IPv4

Alamat IP (Internet Protocol) digunakan sebagai alamat untuk terhubung dan berkomunikasi di internet, tanpa alamat IP semua perangkat jaringan internet tidak bisa terhubung, seperti router, smartphone, dan tablet.

ARIN (The American Registry for Internet Numbers), organisasi nirlaba yang mendistribusikan alamat IP untuk wilayah Amerika mengumumkan bahwa Amerika Utara telah kehabisan IPv4 yang baru untuk dipesan. Pengumuman itu datang setelah bertahun-tahun peringatan dari ARIN dan RIR (Regional Internet Registries) wilayah lainnya bahwa IPv4 sudah mulai habis, perusahaan dan operator harus mengadopsi Internet Protocol versi berikutnya, IPv6.

IPv4 lahir pada tahun 1981 dengan jumlah IP 4,2 miliar (2^32), kemudian pada tahun 1999 IPv6 mulai diperkenalkan dengan jumlah 2^128 yang harusnya cukup untuk melayani kebutuhan IP di masa yang akan datang.

Siapa saja yang masih membutuhkan alamat IPv4 masih dapat melakukan permintaan ke ARIN, tetapi tidak akan diberikan IP baru kecuali ada IP lain dari IANA (Internet Assigne Numbers Authority) organisasi diatas ARIN, atau ada IP yang dikembalikan oleh pengguna yang tidak membutuhkannya lagi. ARIN sudah menjalankan daftar tunggu untuk permintaan IP sejak awal tahun ini.

Pengguna juga dapat membeli alamat IPv4 pada bursa transfer dari pengguna lain yang tidak membutuhkan lagi atau memang ingin mencari uang. Alamat IP dihargai sekitar $10-$12 per IP, menurut pengguna yang mengikuti bursa transfer.

Habisnya alamat IP untuk wilayah Amerika Utara membuat ARIN melakukan perubahan aturan transfer alamat IP. Tidak ada lagi pembatasan seberapa sering pemegang alamat IP dapat meminta transfer ke penerima yang ditentukan.

Alamat IP berasal dari IANA dan didistribusikan melalui ARIN dan Regional Internet Registries (RIR) lainnya (AFRNIC, APNIC, LACNIC, RIPE NCC) di seluruh dunia. RIR lain juga sedang kehabisan alamat IPv4.

Migrasi dari IPv4 ke IPv6 dapat membuat pusing untuk beberapa organisasi, dan ada masalah ayam dan telur karena beberapa penyedia konten menunggu konsumen untuk mulai menggunakan protokol baru. Tetapi operator besar dan pemain internet termasuk Facebook dan Google telah membantu membuat IPv6 menjadi lebih umum digunakan.

(pcworld)

You may also like...