Apple Dikabarkan Akan Menggantikan VMware Dengan KVM Untuk Langkah Penghematan

Perusahaan rakasasa teknologi Apple tidak akan memperbarui kontrak dengan penyedia perangkat lunak virtualisasi VMware, menurut laporan CRN. Langkah tersebut dapat menghemat pengeluaran Apple hingga jutaan dolar. Menurut laporan itu, Apple menggunakan VMware ESXi untuk menjalankan server internal. Awalnya, Apple berencana untuk memperbarui kesepakatan lisensi empat tahun dengan VMware yang bernilai sekitar $20 juta untuk dua tahun ke depan.

VMware sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak untuk membantu perusahaan menjalakan infrastruktur server agar menjadi lebih efisien pada skala yang lebih tinggi. VMware menghasilkan uang dengan membebankan biaya lisensi perangkat lunak.

Pertumbuhan permintaan akan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka (free and open source software) semakin meningkat, termasuk perangkat lunak yang dapat melakukan tugas seperti VMware. Dengan meningkatnya ponsel cerdas dan komputasi awan (cloud computing), jumlah data center semakin bertambah untuk memenuhi permintaan. Hal itu berarti dibutuhkan lisensi VMware yang lebih banyak yang dapat membuat perusahaan seperti Apple sakit kepala.

Apple berencana akan menggantikan perangkat lunak VMware ESXi dengan perangkat lunak alternatif open source yaitu KVM. KVM perangkat lunak yang sama fungsinya dengan VMware tapi lebih hemat biaya karena tidak perlu membeli lisensi. Free software bukan hal yang asing bagi Apple, untuk menjalankan Siri dibelakangnya ada perangkat lunak Apache Mesos.

VMware sepertinya sadar bahwa free software seperti KVM dapat menjadi ancaman perusahaan, untuk itu VMware mengambil tindakan strategis dengan bermitra dengan Docker sambil mencari cara agar tetap bisa kompetitif.

(yahoo)

You may also like...