7 Startup Indonesia Mengikuti Program Inkubasi Google Launchpad

Program inkubasi Google Launchpad telah dimulai dan berlangsung selama dua minggu di Google HQ Silicon Valley. 7 startup asal Indonesia berkesempatan mengikuti program ini. Google Launchpad merupakan bagian dari Google Developers Program Launchpad Accelerator yang memberikan dana awal sebesar US$50.000 serta akses ke produk Google seperti Maps dan Adwords senilai US$250.000. Peserta akan bekerja sama dengan Google selama enam bulan, mendapatkan akses ke mentor dan insinyur Google.

Setipe
Setipe adalah biro jodoh online yang menggabungkan psikologi dan algoritma, diluncurkan sejak tahun 2013. Setipe menggunakan anonimitas untuk membuat perjodohan yang lebih aman. Startup yang berbasis di Jakarta memulai pendanaan dengan bootstraping dan kemudian mendapatkan pendanaan dari angel investor.

Kerjabilitas
Kerjabilitas adalah layanan online yang menghubungkan penyandang disabilitas pencari kerja dan penyedia kerja. Disamping itu Kerjabilitas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan life skill penyandang disabilitas. Startup yang berbasis di Jakarta ini didirikan oleh Tim Saujana bekerja sama dengan Cipta Media Seluler.

Kurio
Kurio adalah aplikasi mobile yang diluncurkan pada akhir tahun 2013 memungkinkan pengguna untuk menemukan, mengeskplorasi, dan membaca konten yang mereka sukai.

eFishery
eFishery alat pemberi pakan ikan otomatis untuk segala jenis ikan dan udang. Alat ini tidak hanya mengotomatisasi pemberian pakan secara terjadwal dengan dosis yang tepat, tetapi juga mencatat setiap pemberian pakan secara real-time.

Jojonomic
Jojonomic adalah aplikasi pembukuan yang membantu pengguna mengelola pemasukan dan pengeluaran. Baru-baru ini Jojonomic mendapatkan pendanaan dari East Ventures.

Kakatu
Kakatu adalah aplikasi yang memungkinkan orang tua mengatur hak akses digital anak-anak mereka. Hal ini juga membantu orang tua mengembangkan hubungan yang sehat dengan anak-anak pada penggunaan gadget, dengan bantuan psikolog. Startup ini didirikan oleh Muhammad Nur Awaludin, dirinya menjadi pecandu gadget dan game selama lebih dari 10 tahun.

HarukaEdu
HarukaEdu bermitra dengan universitas untuk memberikan kursus online dan sertifikasi. Startup ini didirikan pada tahun 2013 dan mendapatkan pendanaan seri A dari CyberAgent Ventures pada 2014.

(techinasia)

You may also like...