5,6 Juta Sidik Jari Karyawan Federal AS Dicuri Pada Insiden OPM Hack

Lebih dari 21 juta pegawai dan mantan pegawai federal Amerika Serikat memiliki informasi pribadi dan sangat sensitif yang terkena hacking besar-besaran yang mempengaruhi OPM (Office of Personal Management) Departemen Pertahanan AS.

Tapi sekarang telah terungkap bahwa hacker telah mengambil bukan sekedar informasi nama, alamat tempat tinggal, dan nomor jaminan sosial dari pegawai pemerintah AS. Data yang berhasil didapatkan oleh hacker adalah sidik jari, data yang bersifat unik dan tidak dapat diubah.

5,6 Juta Sidik Jari Bocor

Para pejabat AS pada hari Rabu mengakui bahwa hampir 5,6 juta sidik jari pegawai federal juga dicuri pada insiden hacking besar-besaran terjadi pada bulan April tahun ini.

OPM, lembaga pemerintah AS yang menangani semua data pegawai federal sebelumnya melaporkan bahwa sekitar 1,1 juta sidik jari dicuri. Namun, angka ini sekarang telah meningkat menjadi 5,6 juta.

Mari kita berpikir, sidik jari yang dicuri tampaknya menjadi skenario yang lebih buruk dari password yang dicuri, sidik jari tidak seperti password yang dapat diubah.

Sidik jari sekarang sering digunakan dalam otentikasi biometrik dari smartphone ke pos pemeriksaan pemerintah dan pemeriksaan latar belakang. Jadi sekali dicuri, penjahat dapat terus menyalahgunakan data sidik jari untuk melakukan hal-hal berbahaya lainnnya selama sisa hidup pemilik sidik jari.

Namun, para ahli federal yang percaya bahwa “kemampuan untuk menyalahgunakan data sidik jari terbatas. Probabilatas ini bisa berubah dari waktu ke waktu sebagai teknologi yang berkembang,” kata Sekretaris Pers OPM Samuel Schumach dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Apa yang lebih buruk?

Jumlah akhir 5,6 juta belum dikonfirmasi, sebagai catatan Schumach bahwa investigasi antar kelompik akan terus menganalisa dan memperbaiki data, mempersiapkan diri untuk mengirim email pemberitahun kepada individu yang terkena dampak.

OPM telah membentuk tim antar agensi yang meliputi anggota FBI, Departemen Pertahanan, dan Keamanan Dalam Negeri antara lain untuk meninjau potensi cara hacker untuk menyalahgunakan data sidik jari untuk sekarang dan di masa depan.

Pemerintah juga memastikan bahwa akan memberikan informasi tambahan kepada individu yang terkena jika hacker menemukan cara baru untuk menyalahgunakan data sidik jari mereka di masa depan. Untu saat ini, siapa pun yang memiliki akses data OPM yang dicuri sangat kuat, kunci yang tidak bisa berubah.

(thehackernews)

You may also like...