16 Database untuk Big Data dengan Lisensi Open Source

Solusi-solusi open source banyak digunakan pada lingkungan bisnis termasuk untuk kebutuhan database big data. Seperti Cassandra yang pada awalnya dikembangkan oleh Facebook, ada juga MongoDB yang dirancang untuk mendukung beban data besar, OrientDB yabg dapat menyimpan hingga 150.000 dokumen per detik. Organisasi yang menggunakan solusi database open source seperti Boeing, Comcast, hingga pemerintah Denmark. Perangkat lunak database yang masuk dalam daftar ini memainkan peran sentral dalam pasar bisnis global saat ini.

Cassandra

Awalnya dikembangkan oleh Facebook, database NoSQL ini sekarang dikelola oleh Apache Foundation. Cassandra banyak digunakan oleh organisasi dengan active dataset besar termasuk Netflix, Twitter, Urban Airship, Constant Contact, Reddit, Cisco dan Digg.

HBase

HBase juga termasuk dalam proyek Apache Foundation, non-relational data store untuk Hadoop. Fitur termasuk linier dan skalabilitas modular, strictly consistent membaca dan menulis, dukungan failover otomatis dan banyak lagi.

MongoDB

MongoDB dirancang untuk mendukung database humongous. Database NoSQL dengan penyimpanan document-oriented, full index support, replication dan high availability, dan banyak lagi.

Neo4j

Graph database terkemuka di dunia, peningkatan kinerja hingga 1000x atau lebih dibandingkan database relasional.

CouchDB

Dirancang untuk web, CouchDB menyimpan data dalam dokumen JSON yang dapat diakses melalui web atau query menggunkan JavaScript.

OrientDB

Database NoSQL ini bisa menyimpan hingga 150.000 dokumen per detik dan dapat memuat grafik hanya dalam waktu milidetik. Menggabungkan fleksibilitas database dokumen dengan kekuatan database grafik, mendukung fitur transaksi seperti ACID, dan fast indexes.

Terrastore

Berbasis Terracota, advanced scalability dan fitur elasticity tanpa mengorbankan konsistensi. Mendukung partisi kustom data, pengolahan event processing, push-down predicates, range queries, map/reduce querying dan processing, dan fungsi server-side update.

FlockDB

Dikenal sebagai database Twitter, FlockDB dirancang untuk menyimpan grafik sosial seperti siapa yang mengikuti dan siapa yang memblok. Menawarkan horizontal scaling dan sangat cepat dalam membaca dan menulis.

Hibari

Digunakan oleh banyak perusahaan telekomunikasi, Hibari adalah key-value, penyimpanan big data dengan konsistensi yang kuat, high availability dan kinerja yang cepat.

Riak

Riak mengklaim sebagai database terdistribusi open source paling kuat yang pernah dimasukkan ke dalam produksi. Penggunanya termasuk Comcast, Yammer, Voxer, Boeing, SEOmoz, Joyent, Kiip.me, DotCloud, Formspring, pemerintah Denmark, dan banyak lagi.

Hypertable

Database NoSQL ini menawarkan efisiensi dan kinerja yang cepat yang menghasilkan penghematan biaya jika dibandingkan dengan database yang lain. Kode Hypertable 100 persen open source, namun menyediakan dukungan berbayar.

Blazegraph

Sebelumnya dikenal sebagai Big Data, Blazegraph sangat scalable, database dengan kinerja tinggi. Tersedia di bawah lisensi open source dan komersial.

Hive

Data warehoust dari Hadoop, Hive menjanjikan mudah dalam data summarization, ad-hoc queries, dan analisis big data lainnya. Untuk query menggunakan bahasa seperti SQL yang dikenal sebagai HiveQL.

InfoBright Community Edition

Data warehouse scalable ini mendukung penyimpanan data hingga 50TB dan menawarkan kompresi data hingga 40:1 untuk meningkatkan kinerja.

Infinispan

Infinispan dari JBoss menggambarkan dirinya sebagai extremely scalable, high available data grid platform. Berbasis Java, yang dirancang untuk arsitektur multi-core dan menyediakan kemampuan distributed cached.

Redis

Disponsori oleh VMware, Redis menawarkan in-memory key-value yang dapat disimpan ke disk untuk persitence. Mendukung banyak bahasa pemrograman populer.

Datamation

You may also like...